Sabtu, Desember 13, 2025
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
No Result
View All Result
Home Masyarakat Harus Tahu

Pro-Kontra Rencana Pembongkaran Jembatan Besi Tenggarong, Nilai Sejarah dan Dilema Pembangunan

April 16, 2025
in Masyarakat Harus Tahu
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GoCSRKaltim – Nasib Jembatan Besi Tenggarong kini berada di persimpangan jalan. Setelah hampir satu abad menghubungkan dua sisi Kota Tenggarong di atas Sungai Mahakam, jembatan bersejarah itu kini terancam kehilangan fungsinya sebagai jalur kendaraan, seiring dengan rencana pembangunan infrastruktur baru oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dalam rapat sosialisasi rencana pembangunan jembatan baru yang digelar Dinas Pekerjaan Umum Kukar pada Senin, 14 April 2025, terungkap bahwa struktur jembatan telah mengalami kerusakan parah akibat korosi dan usia teknis yang telah terlampaui.

“Konstruksinya sudah tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan. Tapi kami tidak akan menghilangkan nilai sejarahnya. Salah satu opsi yang dikaji adalah menjadikannya jembatan pejalan kaki dengan posisi bergeser ke dekat rumah Datok,” ungkap Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono disadur dari Kaltimpost.

Zona Heritage dan Revitalisasi Kawasan Sekitar

Tak hanya soal jembatan, kawasan sekitar juga dirancang sebagai zona pedestrian berwawasan budaya. Rencana ini disebut-sebut akan mengubah wajah kawasan Museum Mulawarman hingga ke depan kantor polisi, menyerupai konsep pedestrian di kawasan heritage Jogjakarta.

“Ini akan menjadi ruang publik yang lebih humanis dan mendukung wisata sejarah Tenggarong. Termasuk konektivitas ke arah Jembatan Sebulu,” tambah Wiyono.

Namun, pembangunan tersebut menuai tanggapan serius dari berbagai pihak, khususnya para pemerhati budaya. Pasalnya, Jembatan Besi saat ini telah berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, perubahan atau pembongkaran terhadap ODCB harus mendapat kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Pentingnya Pelestarian Warisan Teknologi Kolonial

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, Lestari, menegaskan bahwa struktur jembatan merupakan peninggalan teknologi industri masa kolonial yang kini semakin langka.

“Struktur rivet dan desainnya mencerminkan teknik konstruksi era kolonial yang sangat jarang ditemui saat ini. Usianya hampir 100 tahun. Ini bukan sekadar jembatan tua—ini adalah memori kolektif warga Tenggarong. Kalau ini hilang, kita kehilangan bagian dari identitas kota,” tegas Lestari.

Sikap Kesultanan dan Polemik Regulasi

Dari sisi budaya lokal, Muhammad Asri, Sekretaris Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan Sultan. Namun ia menekankan bahwa jembatan tersebut adalah bagian dari sejarah panjang kota.

“Belum bisa dipastikan apakah akan diusulkan sebagai cagar budaya, tapi tentu kami menyayangkan jika jembatan ini benar-benar hilang,” ujarnya.

Ketegangan semakin menguat lantaran proyek pembangunan jembatan baru telah memasuki tahap kontrak. Inspektorat Kukar menyatakan bahwa secara hukum, kontrak tidak bisa dibatalkan sepihak.

“Namun perubahan desain masih memungkinkan jika ada justifikasi kuat, termasuk pemindahan lokasi,” jelas Wahidin dari Inspektorat Kukar.

DPRD Kukar: Seimbang antara Pembangunan dan Pelestarian

Dari legislatif, Wakil Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid, mengambil posisi tengah. Ia menilai kebutuhan infrastruktur baru memang mendesak, namun pelestarian sejarah juga harus menjadi pertimbangan serius.

“Jembatan baru diperlukan untuk mengatasi kemacetan dan mendukung pertumbuhan kota. Tapi, kalau nilai budaya bisa diselamatkan melalui relokasi, itu solusi yang adil,” katanya.

Sementara itu, Heriansyah dari Inspektorat Kukar menyoroti aspek hukum yang masih kabur. Ia mempertanyakan apakah status ODCB melekat pada objek fisik atau juga pada lokasinya.

“Kalau dipindah, harus dipastikan tidak melanggar aturan. Apalagi ini menjelang pemungutan suara ulang (PSU). Jangan sampai konflik jembatan jadi isu politis,” tegasnya.

Simpul Identitas Kota Tenggarong

Kini, Jembatan Besi Tenggarong tak lagi sekadar infrastruktur tua. Ia telah menjelma menjadi simbol pertaruhan antara modernisasi dan pelestarian. Di tengah baja yang mulai rapuh, berdiri kuat ingatan kolektif masyarakat tentang jati diri kota.

Jika pengelolaan kawasan heritage ini berhasil, bukan tak mungkin Jembatan Besi akan menyusul Selokan Mataram di Jogja yang kini diakui sebagai warisan dunia. Sebuah monumen hidup yang tak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tapi juga dua sisi jiwa manusia: antara keinginan untuk maju dan kebutuhan untuk mengingat.

Tags: Cagar BudayaJembatan Besi TenggarongKaltimKukarTenggarong
ShareTweetSend
Previous Post

Disalurkan Juni-Juli, Gratispol Juga Siap Akomodir Mahasiswa Pedalaman Kaltim

Next Post

Menjaga Keberlanjutan Program Pascatambang: Empat Strategi Kunci Pemberdayaan Masyarakat

Discussion about this post

No Result
View All Result
  • 4 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MEMBUKA USAHA SENDIRI

    4 Alasan Kenapa Kamu Harus Membuka Usaha Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah CSR Dunia ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersiap! Program Beasiswa Gratispol Segera Dibuka, Begini Mekanisme Pendaftarannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi! Mulai 14 Februari, Pembayaran Parkir Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Secara Non-Tunai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Cecep, PNS yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Go CSR Kaltim merupakan media digital yang berfokus pada bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Media ini berdiri dibawah manajemen PT Seraung Multi Media.

Contact Us

Jalan Wijaya Kusuma XII Nomor 7
Samarinda – Kalimantan Timur 75243

 

admin@gocsrkaltim.com

+62 541 590 2010

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Our Segment

  • Advertorial
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Semua
  • Serba Serbi

Afiliasi:

No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Jurnal Asa
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
  • About Us
  • Contact

© 2024