Sabtu, Desember 13, 2025
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
No Result
View All Result
Home Masyarakat Harus Tahu

Misman, Karang Mumus, dan Kalpataru

Januari 5, 2024
in Masyarakat Harus Tahu, Jurnal Asa
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GoCSRKaltim – Misman, sang pahlawan lingkungan yang sudah belasan tahun aktif terhadap isu lingkungan di Sungai Karang Mumus. Tepatnya, sejak 2005 beliau memulai kegiatan memungut sampah di sungai 

Bermodalkan perahu dayung dan kantong plastik, Misman menunjukan aksi dan nyata dengan turun langsung ke Sungai Karang Mumus untuk memungut sampah sehelai demi sehelai.

Mulai dengan bantuan media sosial Facebook, Misman meng-update kegiatannya. Dalam hal ini, ia mendapatkan respon positif dari masyarakat dan mulai mendirikan GMSS (Gerakan Memungut Sehelai Sampah) bersama teman wartawannya pada pertengahan tahun 2015. Gerakan tersebut mempunyai wadah dan pangkalan memungut sampah yang berlokasi di Jalan Abdul Muthalib GMSS, Samarinda.

Usaha yang ia lakukan tidak sia-sia, pak Misman berhasil menjadi salah satu nominator dalam kategori Perintis Lingkungan di Penghargaan Kalpataru 2023. Yang dimana terdapat 3 kategori lainnya dalam penghargaan tersebut, diantaranya adalah Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan. 

Dan akhirnya, di tahun ini Misman berhasil mendapatkan Penghargaan Kalpataru 2023 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Kalpataru (Kalpavriksha) diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti pohon kehidupan. Salah satu bentuk apresiasi tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada individu atau kelompok masyarakat yang berjasa dalam melindungi dan menyelamatkan lingkungan hidup. 

Sebelumnya, beberapa penghargaan telah diraih oleh Misman. Tahun 2016 silam, beliau mendapatkan penghargaan dari Walikota Samarinda sebagai penggiat Lingkungan yang Literat. Tahun 2017, komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) yang diketuai oleh dirinya meraih penghargaan Komunitas Peduli Sungai Kaltim dari gubernur dan juara III nasional Lomba Komunitas Peduli Sungai Indonesia.

Selanjutnya tahun 2018, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan ia penghargaan peringkat ke-2 nasional sebagai Komunitas Peduli Sungai Indonesia.

Seiring perjalanan komunitas yang dibentuk pada 2015 lalu, GMSS mempunyai banyak program dan berkembang dari yang dulunya memungut sampah dan berkampanye untuk tidak membuang sampah ke sungai saja, sampai penanaman bibit pohon untuk penghijauan. 

Bahkan beliau mendirikan sekolah non formal sebagai wadah edukasi masyarakat terkait lingkungan, yang diberi nama “Sekolah Sungai Karang Mumus” yang berlokasi di pinggiran sungai daerah Lempake. 

“Saya hidup untuk mendedikasikan hidup saya untuk menjaga SKM. Tidak perlu hitung-hitungan atau mungkin berharap gaji. Menjaga sungai bisa melibatkan siapa saja dan sangat banyak caranya. Bisa dengan cara menanam pohon ataupun memungut sampah. Kalau SKM rusak, yang rugi seluruh masyarakat di Kota Samarinda,” ucapnya. 

Di usianya yang tidak lagi muda, semangat dan cita-citanya masih belum luntur. Namanya pun semakin erat dengan Sungai Karang Mumus, begitu pula kecintaan dan ketulusannya terhadap Sungai Karang Mumus.

“Kalau di satu hari saya hanya mampu menanam satu pohon, merawat satu pohon dan memungut sehelai sampah, saya akan tetap lakukan dan tidak pernah menunggu Anda atau siapa pun. Tapi begitu banyak yang datang maka kita akan semakin kuat,” tutupnya.

Dengan adanya GMSS ini, Misman menjelaskan bahwa gerakan ini dibentuk selain untuk merawat sungai juga untuk merubah mindset dan budaya masyarakat sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah di Sungai Karang Mumus. (NHW-ARD)

ShareTweetSend
Previous Post

Konsisten dalam Pengembangan SDM, PAMA BAYA Beri Pelatihan Mengemudi R-4 Bagi Pemuda Bukit Pariaman

Next Post

Rp7,75 Triliun, Besaran Dividen yang Diterima Investor Bayan

Discussion about this post

No Result
View All Result
  • 4 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MEMBUKA USAHA SENDIRI

    4 Alasan Kenapa Kamu Harus Membuka Usaha Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah CSR Dunia ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersiap! Program Beasiswa Gratispol Segera Dibuka, Begini Mekanisme Pendaftarannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi! Mulai 14 Februari, Pembayaran Parkir Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Secara Non-Tunai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Cecep, PNS yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Go CSR Kaltim merupakan media digital yang berfokus pada bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Media ini berdiri dibawah manajemen PT Seraung Multi Media.

Contact Us

Jalan Wijaya Kusuma XII Nomor 7
Samarinda – Kalimantan Timur 75243

 

admin@gocsrkaltim.com

+62 541 590 2010

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Our Segment

  • Advertorial
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Semua
  • Serba Serbi

Afiliasi:

No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Jurnal Asa
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
  • About Us
  • Contact

© 2024