Kamis, Januari 15, 2026
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
No Result
View All Result
Home Masyarakat Harus Tahu

Mengenal Maskot dari 10 Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur

Mei 19, 2025
in Masyarakat Harus Tahu
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GoCSRKaltim – Beberapa kabupaten di Kalimantan Timur menetapkan satwa khas sebagai maskot fauna, atau cerita mitologi yang hidup dalam cerita rakyat sebagai simbol budaya. Pilihan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan lokal sekaligus upaya menjaga warisan baik yang bersifat hayati maupun yang hidup dalam ingatan dan identitas kolektif masyarakat.

  • Samarinda : Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)

Mamalia air tawar langka yang hanya bisa ditemukan di Sungai Mahakam dan beberapa sungai di Asia Tenggara. Kehadirannya menjadi simbol penting bagi Kota Samarinda sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai.

  • Balikpapan : Beruang Madu (Helarctos malayanus)

Dikenal dengan lidah panjang dan tubuh kecilnya. Ia menjadi simbol ketangguhan, jiwa pejuang, serta penjaga hutan yang andal. Sebagai satwa dilindungi, beruang madu berperan penting dalam menjaga ekosistem, sekaligus menarik perhatian publik dan media menjadikannya ikon konservasi yang mengedukasi.

  • Bontang : Kuntul Perak (Egretta garzetta)

Burung yang dikenal anggun dan kerap terlihat di kawasan pesisir dan rawa, sebagai maskot fauna. Satwa ini mewakili keanekaragaman hayati di ekosistem mangrove dan kawasan perairan Bontang.

  • Berau : Penyu Hijau (Chelonia mydas) 

Satwa laut ini hidup di perairan Kepulauan Derawan dan sering terlihat bahkan dari dermaga. Kehadirannya sangat dilindungi sehingga termasuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Tak hanya menjadi aset pariwisata, tapi juga menyatu dengan budaya maritim masyarakat lokal.

  • Kutai Barat : Macan Dahan (Neofelis diardi borneensis) 

Macan dahan dijadikan maskot karena mewakili kekuatan dan kekayaan hutan tropis Kalimantan. Dikenal sebagai kucing hutan dan predator puncak, populasinya kini menurun akibat perburuan dan rusaknya habitat. Berstatus “rentan” menurut IUCN dan masuk Appendix CITES, macan dahan menjadi simbol perlindungan lingkungan dan kebanggaan Kutai Barat.

  • Penajam Paser Utara : Rusa Sambar (Cervus unicolor)

Satwa endemik ini menjadi maskot PPU dan objek wisata edukasi lewat penangkaran. Dikenal dengan tubuh besar, penciuman tajam, dan kemampuan lari cepat. Termasuk satwa rentan punah versi IUCN dan punya nilai budaya bagi masyarakat lokal.

  • Paser : Burung Tiong (Gracula religiosa)

Burung Tiong dipilih sebagai simbol kedamaian Kabupaten Paser karena suara nyaringnya yang melambangkan komunikasi harmonis. Satwa yang terancam punah ini digunakan di area protokol, perkantoran, dan wilayah perbatasan, sekaligus sebagai pengingat pentingnya pelestarian.

  • Kutai Kartanegara : Lembuswana

Makhluk mitologis suci dalam budaya Kutai yang dikenal sejak masa Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Berasal dari kata Sansekerta lembu (sapi) dan swarna (emas), makhluk ini diyakini sebagai tunggangan Raja Mulawarman. Wujudnya merupakan gabungan berbagai hewan bertubuh lembu, berbelalai, bertaring, bersayap, bersisik naga, dan berhias mahkota melambangkan kekuasaan, kemuliaan, dan perlindungan bagi rakyat Kutai.

  • Kutai Timur : Orang Utan (Pongo pygmaeus)

Orang utan dipilih sebagai maskot Kabupaten Kutai Timur karena mewakili kekayaan hayati dan komitmen pelestarian lingkungan. Satwa yang terancam punah ini hidup di Taman Nasional Kutai, satu-satunya taman nasional di Kalimantan Timur yang menjadi habitat alaminya. Orang utan Kalimantan dikenal memiliki bulu lebih gelap dibanding subspesies lainnya.

  • Mahakam Ulu : Hudoq

Hudoq adalah ritual tradisional Suku Dayak di Kabupaten Mahakam Ulu yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial dan alam. Topeng Hudoq terbuat dari kayu Kayoq Kita’aq dan menjadi simbol keindahan, kesejahteraan, keberuntungan, ketentraman, kekuatan, keselamatan, serta warisan budaya leluhur.

Tags: BalikpapanberauBontangKubarMaskotMaskot KaltimPaserPPU
ShareTweetSend
Previous Post

SDA Kaltim Nan Subur, Tambang Ilegal Ikut Makin Menjamur

Next Post

Deforestasi Kaltim Makin Meningkat, Lalu Apakah CSR Perusahaan Sudah Berperan?

Discussion about this post

No Result
View All Result
  • 4 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MEMBUKA USAHA SENDIRI

    4 Alasan Kenapa Kamu Harus Membuka Usaha Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah CSR Dunia ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersiap! Program Beasiswa Gratispol Segera Dibuka, Begini Mekanisme Pendaftarannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi! Mulai 14 Februari, Pembayaran Parkir Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Secara Non-Tunai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Cecep, PNS yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Go CSR Kaltim merupakan media digital yang berfokus pada bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Media ini berdiri dibawah manajemen PT Seraung Multi Media.

Contact Us

Jalan Wijaya Kusuma XII Nomor 7
Samarinda – Kalimantan Timur 75243

 

admin@gocsrkaltim.com

+62 541 590 2010

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Our Segment

  • Advertorial
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Semua
  • Serba Serbi

Afiliasi:

No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Jurnal Asa
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
  • About Us
  • Contact

© 2024