Catatan redaksi
Bayan Run 2026 menghadirkan aksi para pelari elite yang tampil maksimal menaklukkan lintasan 21 kilometer. Kondisi cuaca panas dan udara Balikpapan yang menantang menjadi ujian tersendiri dalam menjaga stamina, konsistensi, dan performa hingga mencapai garis finish.
Dominasi Para Pelari Elite Warnai Bayan Run 2026, Nofeldi dan Dwi Taklukan Tantangan Half Marathon
Balikpapan — Persaingan di kategori half marathon Bayan Run 2026 menghadirkan cerita tentang kosistensi, adaptasi, dan daya tahan para pelari elite. Di tengah cuaca panas dan kondisi udara yang menantang, Nofeldi Petingko dan Dwi Tiansi Anggraini berhasil keluar sebagai juara kategori half marathon putra dan putri. Bagi Nofeldi, kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa karena dirinya berhasil mempertahankan gelar juara half marathon putra untuk kedua kalinya di Bayan Run. Atlet nasional peraih medali emas ASEAN University Games 2024 tersebut kembali menunjukkan kualitasnya dengan menuntaskan lintasan 21 kilometer dan mencatatkan waktu 1 jam 11 menit. Meski berhasil mengamankan podium, Nofeldi mengakui bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Suhu panas yang ekstrem serta kabut asap mempengaruhi performanya, sehingga catatan waktunya belum mampu menyamai rekor sebelumnya, yakni 1 jam 8 menit. Namun, bagi Nofeldi, Bayan Run bukan semata-mata tentang mengejar personal best. Konsistensi performa dan kemampuan menyelesaikan perlombaan dengan hasil maksimal menjadi bagian penting dari pengalamannya kali ini. Sebagai atlet profesional, Nofeldi juga tidak menjalani persiapan khusus menjelang perlombaan. Rutinitas latihan yang dijalani setiap hari menjadi bekal utama untuk menghadapi berbagai kompetisi. Setelah Bayan Run 2026, ia akan melanjutkan persiapan menuju Jakarta Running Festival (JRF) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara, dengan target meraih medali.

Dikategori half marathon putri, Dwi Tiansi Anggraini atau yang diakrab disapa Dwi TA menghadirkan cerita berbeda. Penampilan perdananya di Bayan Run langsung berbuah manis setelah berhasil meraih podium utama pada kategori 21 kilometer. Peraih juara pertama Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ini mengaku bangga mendapat kesempatan berpartisipasi dalam ajang tersebut. Kemenangan yang diraihnya menjadi hasil dari kedisiplinan menjaga performa melalui latihan rutin, bahkan ketika tidak ada perlombaan yang sedang dihadapi. Meski demikian, lintasan Balikpapan memberikan tantangan tersendiri bagi Dwi. Karakter medan yang naik turun dan tidak rata, ditambah kondisi udara yang panas, berasap, serta lembab, membuatnya harus bekerja lebih keras untuk menjaga stamina dan pernapasan. Terbiasa menjalani latihan di Bandung dengan udara yang relatif sejuk, Dwi merasakan perbedaan kondisi lingkungan yang cukup signifikan saat berlari di Balikpapan. Ia bahkan sempat mengalami sedikit sesak napas selama perlombaan. Kendati menghadapi kendala tersebut. Dwi berhasil menyelesaikan race dan membuktikan kemampuannya di kategori bergengsi Bayan Run 2026. Selanjutnya Dwi akan kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti PLN Electric Run 2026 di Jakarta. Ia juga berharap Bayan Run dapat terus berkembang sebagai agenda tahunan yang semakin menarik dan mampu mendatangkan lebih banyak pelari dari berbagai daerah.




