Senin, Desember 8, 2025
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Contact
  • About Us
Go CSR Kaltim
No Result
View All Result
Home Masyarakat Harus Tahu

Agus Bei, Pahlawan Ekologis Hutan Mangrove di Pesisir Balikpapan

Maret 12, 2024
in Masyarakat Harus Tahu, Jurnal Asa
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GoCSRKaltim – Di balik rimbunnya hutan mangrove Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, terselip kisah inspiratif seorang pria bernama Agus Bei yang dikenal sebagai “Pahlawan Ekologis”. Sejak 23 tahun lalu, sudah tertanam sekitar 1 juta bibit pohon mangrove di atas lahan seluas 150 hektare di kawasan mangrove Kariangau, Balikpapan Barat.

Kecintaan Agus Bei terhadap hutan mangrove berawal dari keprihatinannya melihat kondisi pesisir Balikpapan yang tercemar dan abrasi pantai yang semakin parah. Melihat kondisi tersebut, pada tahun 2001 hati Agus Bei tergerak untuk melakukan sesuatu dengan modal tekad dan semangatnya, dia memulai misi penanaman bibit mangrove di lahan kritis seluas 25 hektar.

Awal mula perjuangan Agus Bei tidaklah mudah. Banyak orang yang meragukan usahanya, bahkan mencapnya sebagai “orang gila”. Kurangnya pengetahuan tentang teknik penanaman mangrove dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang harus dihadapinya.

Namun, Agus Bei tak gentar. Dia terus belajar dan bekerja keras, menanam bibit mangrove secara mandiri, dan tak jarang menggunakan uang pribadinya untuk membeli bibit.

Seiring waktu, kegigihan Agus Bei mulai menunjukkan hasil. Hutan mangrove yang dulunya gersang, kini mulai menghijau dan kembali menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna. Tak hanya itu, kawasan mangrove tersebut juga menjadi benteng alami yang melindungi pesisir pantai dari abrasi dan gelombang laut.

Hijaunya kembali mangrove di Teluk Balikpapan juga secara langsung memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi karbon. Dimana dalam kalkulasinya, Agus Bei kini sudah menyumbang 6.000 ton karbon untuk meredam bumi yang semakin panas. 

Dedikasi Agus Bei tak berhenti di situ. Dia aktif mensosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove kepada masyarakat sekitar. Dia juga mendirikan “Pusat Mangrove Margasari“, sebuah wadah edukasi dan wisata alam yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan mangrove. (NHW)

Tags: Agus BeiBalikpapanKalpataruLingkungan hIDUPMangrove
ShareTweetSend
Previous Post

Terus Tingkatkan Kinerja, Bayan Targetkan Produksi Batu Bara 57 Juta MT di 2024

Next Post

Dukung Pelestarian Rusa Sambar, BRI Melalui CSR Berikan Bantuan Sarana dan Prasanara Penangkaran

Discussion about this post

No Result
View All Result
  • 4 ALASAN KENAPA KAMU HARUS MEMBUKA USAHA SENDIRI

    4 Alasan Kenapa Kamu Harus Membuka Usaha Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah CSR Dunia ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersiap! Program Beasiswa Gratispol Segera Dibuka, Begini Mekanisme Pendaftarannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi! Mulai 14 Februari, Pembayaran Parkir Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Secara Non-Tunai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Cecep, PNS yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Go CSR Kaltim merupakan media digital yang berfokus pada bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Media ini berdiri dibawah manajemen PT Seraung Multi Media.

Contact Us

Jalan Wijaya Kusuma XII Nomor 7
Samarinda – Kalimantan Timur 75243

 

admin@gocsrkaltim.com

+62 541 590 2010

  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Our Segment

  • Advertorial
  • CSR News
  • Jurnal Asa
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Politik
  • Semua
  • Serba Serbi

Afiliasi:

No Result
View All Result
  • Home
  • CSR News
  • Masyarakat Harus Tahu
  • Jurnal Asa
  • Politik
  • Serba Serbi
  • Advertorial
  • About Us
  • Contact

© 2024